![]() |
| Foto: Mohnatsir Hasan |
Kegiatan tersebut dihadiri oleh DKC Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Dinas Perikanan Kabupaten Flores Timur, Yayasan Mobula Indonesia, serta perwakilan dari empat desa pesisir, yakni Desa Motonwutun, Watobuku, Labelen, dan Lamawai. Pertemuan dipandu langsung oleh Camat Solor Timur sebagai bentuk komitmen pemerintah kecamatan dalam mendorong sinergi lintas sektor bagi pembangunan wilayah pesisir.
Dalam pertemuan tersebut, peserta membahas pentingnya penguatan data perikanan sebagai dasar penyusunan kebijakan dan program yang tepat sasaran. Data yang akurat dinilai menjadi kunci dalam mendukung pengelolaan sumber daya perikanan secara berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup pada sektor kelautan.
Selain penguatan data, forum ini juga menjadi wadah untuk membangun dan memperkuat jejaring komunitas nelayan serta kelompok masyarakat pesisir. Melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendamping, dan masyarakat, diharapkan lahir koordinasi yang lebih baik dalam pelaksanaan berbagai program pengelolaan sumber daya laut, konservasi, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Perwakilan dari DKC Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat dalam penyediaan data lapangan merupakan faktor penting untuk menghasilkan informasi yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Sementara itu, Dinas Perikanan Kabupaten Flores Timur menyampaikan komitmennya untuk terus mendampingi desa-desa pesisir dalam meningkatkan kapasitas pengelolaan sektor perikanan.
Yayasan Mobula Indonesia turut memberikan dukungan melalui pendampingan komunitas dan penguatan jejaring antardesa. Kehadiran yayasan tersebut diharapkan dapat memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian ekosistem laut sekaligus mendukung praktik perikanan yang berkelanjutan.
Camat Solor Timur dalam arahannya mengajak seluruh peserta untuk menjadikan pertemuan ini sebagai momentum mempererat kerja sama lintas sektor. Menurutnya, keberhasilan pembangunan sektor kelautan tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah, organisasi pendamping, dan masyarakat.
Melalui pertemuan ini, diharapkan terbangun sistem pendataan perikanan yang lebih baik, jejaring komunitas pesisir yang semakin kuat, serta kolaborasi berkelanjutan dalam menjaga potensi kelautan Pulau Solor sebagai salah satu sumber penghidupan utama masyarakat Flores Timur.

